Pentingnya Mengucap Syukur

Dalam kehidupan beragama, sering kita diajarkan untuk senantiasa mengucap syukur dalam setiap keadaan, baik dalam keadaan senang maupun sedang dalam kesusahan. Kebiasaan mengucap syukur itu sangatlah baik karena memberi kita kekuatan dalam menghadapi masalah ataupun mengingatkan kita bahwa kita hanyalah manusia biasa yang senantiasa membutuhkan pertolongan dari Pencipta kita. Namun pernahkan kita bertanya “Apakah hubungannya mengucap syukur dengan kesehatan tubuh kita?”

Saya adalah salah satu orang yang percaya bahwa Pencipta kita, ketika memberikan suatu perintah pastilah memiliki suatu alasan yang baik di dalamnya, oleh karena itu ketika Dia memerintahkan kita untuk senantiasa mengucap syukur, saya yakin bahwa selain karena kedua alasan yang sudah disebutkan di atas, pastilah ada juga alasan lain yang baik pada hal-hal lainnya, selain memberi kita kesehatan secara rohani saja. Kembali ke pertanyaan yang sebelumnya mengenai hubungan pentingnya mengucap syukur dengan kesehatan tubuh, ijinkanlah saya membagikan suatu cerita, cerita ini bukanlah cerita fiksi, bahkan buku yang memberitakan hal ini laris terjual ketika dipasarkan beberapa tahun yang lalu.

Dr.Masaru Emoto adalah seorang peneliti dari Hado Institute di Tokyo Jepang, yang pada tahun 2003 melalui penelitiannya mengungkapkan suatu keanehan pada sifat air. Keanehan ini berupa bahwa air dapat merespons atau menangkap apa yang kita ucapkan. Ia bersama patnernya Kazuya Ishibasi, mengabadikan gambar-gambar kristal air. Gambar-gambar kristal air ini diteliti melalui mikroskop yang tajam, yang sebelumnya dibekukan terlebih dahulu pada suhu yang sangat rendah. Melalui pengamatannya terhadap lebih dari dua ribu contoh foto air yang dikumpulkannya dari seluruh dunia, Dr. Masaru Emoto mengambil kesimpulan bahwa partikel molekul air ternyata bisa berubah-ubah tergantung perasaan manusia disekelilingnya, yang secara tidak langsung mengisyaratkan pengaruh perasaan terhadap klasterisasi molekul air yang terbentuk oleh adanya ikatan hidrogen. Seolah “hidup”, air dapat memahami kata-kata yang kita ucapkan, lagu yang didendangkan, bahkan tulisan yang tertulis di dekatnya. Begitu kita berkata “terima kasih” kepada air, secara menakjubkan air membentuk kristal yang indah (gambar 1).

Air 1

Gambar 1
Kristal air dengan kata “terima kasih”

Sebaliknya, jika kita berkata “kamu membuatku sakit” atau “aku akan membunuhmu”, rupa kristal air yang muncul sama dengan kristal air yang terbentuk pada air yang sudah tercemar (gambar 2 dan gambar 3).

Air 2

Gambar 2
Kristal air dengan kata “kamu membuatku sakit”

Air 5

Gambar 3
Kristal air yang diambil dari bedungan fujiwara yang sudah tercemar

Air juga akan membentuk kristal yang cantik sewaktu diperdengarkan lagu-lagu klasik seperti Beethoven dan Bach (gambar 4), sedangkan ketika diperdengarkan lagu rock atau heavy metal, kristal air tersebut langsung pecah berantakan (gambar 5).

Air 3

Gambar 4
Kristal air ketika diperdengarkan lagu Bach

Air 4

Gambar 5
Kristal air ketika diperdengarkan lagu heavy metal

Dr. Masaru Emoto juga melakukan penelitian tentang air terhadap lingkungan sekitarnya, dalam percobaan kali ini, Beliau menaruh nasi yang sudah dimasak ke dalam 2 buah toples, toples yang pertama diberi tulisan “terima kasih” dan toples yang kedua diberi tulisan “kamu bodoh” (gambar 6). Kedua toples ini dititipkan pada sebuah sekolah yang kemudian diinstruksikan kepada setiap anak sekolah yang lewat agar mengucapkan tulisan yang tertulis pada toples tersebut kepada toples yang bersangkutan. Setelah lewat 30 hari, nasi yang berada pada toples yang bertuliskan “terima kasih” hampir tidak menunjukan perubahan yang signifikan, sedangkan toples yang bertuliskan “kamu bodoh” sudah berubah bentuk menjadi busuk dan berlumut.

Air 6

Gambar 6
Toples sebelah kiri yang bertuliskan “kamu bodoh” dan toples sebelah kanan yang bertuliskan “terima kasih”

Klip contoh percobaan kasus diatas

Anda juga bisa mencoba melakukan penelitian sendiri tentang hal ini untuk membuktikan kebenarannya, gunakan nasi yang sudah dimasak dan sisihkan waktu 30 detik 2 kali sehari untuk setiap toplesnya.

Dari ribuan kata yang “dibaca” dan “didengar” oleh air, kata “cinta dan syukur” (gambar 7), menurut Dr. Masaru Emoto, adalah kata yang membentuk kristal air paling indah dan sempurna. Nah ingatkah Anda bahwa tubuh kita 60% nya terdiri dari air? Bahkan bayi memiliki 75% kandungan air dalam dirinya. Jikalau partikel air yang berada di luar sana berubah bentuk menjadi kristal-kristal yang indah ketika diucapkan kata-kata yang penuh kebaikan, bagaimana dengan tubuh kita ketika kita mengucapkan syukur? Tubuh kita bukan hanya akan memiliki kekuatan untuk menghadapi masalah yang ada di depan kita, melainkan juga diberi kemampuan untuk meregenerasi tubuh secara optimal. Dengan demikian, percayakah Anda bahwa Pencipta kita itu sungguh baik? Dia memerintahkan kita untuk senantiasa mengucap syukur karena Dia tahu bahwa dibalik mengucap syukur tersembunyi hal yang baik bagi kita.

Air 7

Gambar 7
Kristal air dengan kata “cinta dan syukur”